BREAKING NEWS


 




 

Perjuangan Mendiang Taty Hartaty Melawan Penyakit, Keluarga Kenang Sosok Jurnalis dan Seniman yang Menginspirasi


 

Jakarta, MoviStar21 | Keluarga mendiang Taty Hartaty mengungkap perjalanan penyakit yang dialami almarhumah sebelum akhirnya berpulang. Menurut keluarga, Taty Hartaty tidak pernah mengeluhkan rasa sakit yang berarti, meski kondisi kesehatannya perlahan terus menurun.


Putri almarhumah menuturkan, beberapa bulan sebelum menjalani perawatan intensif, berat badan sang ibu terus mengalami penurunan. Saat itu keluarga belum mengetahui penyebab pasti dari kondisi tersebut.


«"Awalnya Mami tidak pernah mengeluhkan rasa sakit. Yang kami lihat hanya badannya semakin kurus dari hari ke hari," ungkap putri almarhumah.»


Kondisi kesehatan Taty Hartaty kemudian memburuk ketika ia mengalami kesulitan buang air besar hingga perutnya membesar. Setelah menjalani pemeriksaan CT Scan, dokter menemukan adanya penyempitan pada usus yang diduga disebabkan oleh tumor sehingga menghambat saluran pencernaan.


Berdasarkan pertimbangan medis, almarhumah menjalani operasi di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk mengangkat bagian usus yang mengalami penyumbatan.


Namun, pascaoperasi kondisi kesehatannya belum menunjukkan perkembangan yang diharapkan. Jumlah trombosit almarhumah turun drastis hingga sekitar 30.000, jauh di bawah batas normal. Meski telah beberapa kali menjalani transfusi trombosit, jumlahnya hanya meningkat hingga sekitar 49.000.


Tim medis juga sempat menduga adanya masalah pada stoma sehingga muncul rencana untuk melakukan operasi lanjutan. Akan tetapi, tindakan tersebut akhirnya tidak dilaksanakan setelah melalui pertimbangan bersama antara keluarga dan tim dokter.


Selama menjalani pengobatan, Taty Hartaty sempat mendapatkan perawatan di beberapa rumah sakit, di antaranya Harapan Bunda, Budi Asih, Fatmawati, hingga akhirnya dirujuk ke RSCM untuk penanganan lebih lanjut.


Keluarga menjelaskan bahwa penyebab pasti penyakit yang diderita almarhumah masih menunggu hasil pemeriksaan patologi anatomi terhadap jaringan yang telah diangkat. Oleh karena itu, hingga saat ini belum dapat dipastikan apakah tumor tersebut bersifat ganas (kanker) atau jinak.


Di balik perjuangannya melawan penyakit, keluarga mengenang Taty Hartaty sebagai sosok yang penuh semangat, kreatif, serta menginspirasi banyak orang. Sejak muda, almarhumah bercita-cita menjadi seorang jurnalis. Impian tersebut akhirnya berhasil diwujudkan pada tahun-tahun terakhir kehidupannya.


Selain aktif di dunia jurnalistik, Taty Hartaty juga memiliki kecintaan yang besar terhadap seni dan budaya. Bersama rekan-rekannya, ia menciptakan sejumlah karya lagu, di antaranya Indonesia Maju dan Lestari Kebaya Indonesia, sebagai bentuk kecintaan kepada bangsa serta upaya melestarikan budaya Indonesia.


Keluarga berharap seluruh nilai perjuangan, dedikasi, karya, serta semangat yang telah diwariskan Taty Hartaty dapat terus dikenang dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk terus berkarya, mengabdi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.Jika diperlukan, saya juga bisa mengubahnya menjadi versi berita nasional dengan gaya jurnalistik yang lebih formal dan siap tayang di portal berita.


//supriyadi

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar