Di lingkungan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, tersimpan sebuah kisah yang sejak lama beredar dari mulut ke mulut: legenda tentang patung misterius yang konon dapat bergerak sendiri saat malam tiba.
Patung tersebut berwujud manusia dengan ekspresi datar, namun sorot matanya digambarkan seperti mengikuti siapa pun yang lewat. Mahasiswa yang sering bekerja lembur di studio patung atau berjalan melewati taman seni mengaku pernah merasakan perubahan atmosfer seketika — hawa dingin, bulu kuduk berdiri, hingga perasaan seolah sedang diperhatikan.
Beberapa saksi juga menyebut patung itu pernah terlihat berada pada posisi yang berbeda dari sebelumnya, atau tampil sedikit berubah seakan “hidup”. Meski demikian, tak ada yang benar-benar berani memastikan, karena fenomena itu nyaris selalu terjadi pada jam-jam sunyi di mana pencahayaan minim dan imajinasi mudah berlari liar.
Sebagian percaya bahwa roh seniman lama yang dulu berkarya di kampus itu “menetap” dalam patung tersebut, menjaga area seni dari energi negatif. Sementara yang lain menilai semua itu hanyalah permainan cahaya, bayangan pepohonan, dan rasa lelah para mahasiswa yang sedang begadang.
Hingga kini, patung misterius di ISI Yogyakarta tetap menjadi bagian dari folklore kampus — sebuah urban legend yang berada di antara realitas artistik, psikologi malam hari, dan kemungkinan keberadaan energi yang tak terlihat.
Apakah patung itu sekadar karya seni… atau benar-benar memiliki kehidupan tersembunyi? Cerita itu terus menjadi misteri.
────────────────────
#MisteriKampus #PatungMisterius #ISIJogja #UrbanLegendJogja #CeritaMalam

0 Komentar