Movistar21 | Jakarta
Ajang Anugerah Jurnalistik Komdigi (AJK) 2025 kembali menjadi panggung apresiasi bagi para jurnalis yang konsisten mengawal isu ruang digital. Tahun ini, total 328 karya dari 209 jurnalis dihimpun panitia, menunjukkan meningkatnya kepedulian media terhadap agenda perlindungan anak di dunia digital.
Acara penganugerahan berlangsung meriah dengan tampilan visual modern dan atmosfer profesional. Para peserta yang hadir dari berbagai daerah terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan, mulai dari pemaparan kebijakan hingga sesi apresiasi.
Dalam sambutannya, Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa jurnalis memegang peranan penting dalam percepatan edukasi publik terkait PP TUNAS, regulasi baru yang menjadi fondasi perlindungan anak Indonesia dari ancaman digital.
Kontribusi jurnalis sangat penting dalam mempercepat pemahaman masyarakat tentang PP TUNAS. Lewat karya jurnalistik, pesan mengenai ruang digital yang aman bagi anak dapat tersampaikan secara menyeluruh,” ujar Meutya di hadapan para undangan.
Menurutnya, kualitas karya yang masuk mencerminkan semakin kuatnya kesadaran media bahwa isu keselamatan anak di ruang digital bukan hanya ranah regulasi, melainkan tanggung jawab bersama.
Gelaran AJK 2025 juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara pemerintah, media, dan ekosistem digital untuk memastikan generasi muda tumbuh di ruang digital yang aman, sehat, dan berkeadilan. Para finalis dan pemenang diharapkan menjadi role model dalam penyajian liputan yang etis, mendalam, dan berdampak.
Benua Post Nusantara mencatat, melalui ajang ini pemerintah ingin memperkuat jembatan komunikasi dengan kalangan pers agar pesan-pesan edukasi digital dapat menjangkau masyarakat lebih cepat dan tepat sasaran.
AJK 2025 resmi ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang yang dinilai berhasil menghadirkan karya jurnalistik terbaik terkait pelindungan anak di ruang digital.

0 Komentar